Upaya Kabupaten Karawang Bekerjasama dengan Ditjen Tanaman Pangan dalam mengendalian OPT

0
720

Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Karawang dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian tentang pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan di Kabupaten Karawang.

Pembangunan pertanian memiliki peran yang strategis dalam perekonomian di Kabupaten Karawang, dimana peran tersebut digambarkan melalui kontribusi yang nyata melalui penyediaan bahan pangan, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara, sumber pendapatan, serta pelestarian lingkungan melalui praktek usahatani yang ramah lingkungan. Berbagai peran strategis pertanian dimaksud sejalan dengan tujuan pembangunan perekonomian nasional yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, menyediakan lapangan kerja, serta memelihara keseimbangan sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Tantangan pembangunan pertanian kedepan khususnya peningkatan produksi dan produktivitas padi antara lain, menekan pertumbuhan dan perkembangan OPT serta mensiasati dampak perubahan iklim global dalam upaya menciptakan lingkungan pertanian yang sehat. Untuk mewujudkan kondisi tersebut maka perlu menambah keterampilan petugas dan petani sumberdaya yang trampil. Kesadaran petani atau petugas tentang pemahaman akan gejala serangan OPT dipandang kurang sehingga perlu diberikan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tugas dan fungsinya sehingga mampu bekerja dengan baik.

Kabupaten Karawang mempunyai luas wilayah 175.327 Ha yang terdiri dari lahan sawah teknis dan non teknis (sawah tadah hujan). Pembangunan pertanian selama ini menunjukan hasil yang cukup menggembirakan. Produktivitas padi sawah meningkat. Kalau pada tahun 2013 rata-rata sebesar 75,61 Kw GKP/Hektar naik menjadi 76,05 Kw GKP/hektar pada tahun 2014. Sementara padi gogo naik dari 11.400 Ton GKP menjadi 13.204 Ton GKP pada Tahun 2014.

Potensi serangan OPT selama 5 (lima) tahun berturut-turut menyerang areal persawahan di Kabupaten Karawang tidak kurang dari 19.000 Ha dengan tingkat serangan ringan sampai berat . Selama tahun 2014 jenis OPT yang menyerang adalah Penggerek Batang seluas 2.958 ha, Tikus seluas 6.635 ha, Wereng batang coklat seluas 1.184, Bakteri Hawar Daun/BLB seluas 1.168 dan Kerdil Rumput seluas 43 ha.

Dalam rangka pengamanan produksi tanaman pangan dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan kesepakatan bersama dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian pada hari Rabu, 1 April 2015 di Gedung Singaperbangsa lantai 3, Kantor Bupati Karawang. Kesepakatan bersama ditandatangani langsung oleh Plt. Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dengan Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Sebagai tindak lanjut kesepakatan bersama, ditandatangani pula perjanjian kerjasama antara Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Karawang dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Karawang dengan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan tentang pengendalian OPT pada komoditas tanaman pangan di Kabupaten Karawang. Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Ir. Kadarisman, MP, Ir. Nachrowi Muhammadnur dan Ir. Sarsito Wahono Gaib Subroto, MM.

Ruang lingkup perjanjian kerjasama adalah pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman pangan di Kabupaten Karawang, yang meliputi bimbingan teknis, konsultasi, pelatihan bagi petugas dan petani serta kerjasama dalam pengamatan, peramalan dan gerakan pengendalian OPT. Kerjasama bertujuan mensinergikan sumber daya dalam pengendalian OPT dengan rincian kegiatan antara lain pengamatan OPT, Pembinaan teknologi pembinaan OPT berupa Sekolah Lapangg Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), Sekolah Lapang Iklim (SLI), Sekolah Lapang Agen Hayati (SLAH), gerakan pengendalian OPT, bimbingan, pelatihan dan supervisi pengendalian OPT.

Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan yang terdiri dari penyiapan jadwal pelaksanaan pelatihan, pengamatan, pembinaan dan supervisi OPT. pelaksanaan kegiatan terdiri dari pelatihan, penerapan SLPHT, SLI, SLAH, pengamatan OPT, supervisi lapangan, pembinaan petani dan petugas serta gerakan pengendalian OPT. Kegiatan evaluasi meliputi evaluasi keberhasilan program dan evaluasi perilaku, sikap dan keterampilan petugas dan petani dalam penanganan pengendalian OPT pada komoditas tanaman pangan. Dengan kesepakatan bersama ini diharapkan dapat membawa dampak yang positif, bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani sehingga dapat bersinergi dalam mewujudkan swasembada pangan. (*.Rahmad Gunawan, SP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here