Ilmuwan China Kembangkan Padi yang Bisa Tumbuh di Air Asin

0
100

Sejumlah ilmuwan di China telah mengembangkan sejumlah jenis padi yang dapat tumbuh di air asin. Padi jenis baru itu, diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan beras bagi 200 juta orang.

Selama beberapa puluh tahun, para peneliti telah mencoba untuk mengembangkan tanaman biji-bijian di air asin. Namun, baru saat ini mereka bisa mengembangkan varietas yang layak dijual di pasaran.

Dikutip dari Independent, Rabu (25/10/2017), padi tersebut ditumbuhkan di sebuah lahan di Qindao, Provinsi Shandong, yang berada di pesisir Laut Kuning.

Sejauh ini terdapat 200 jenis padi yang ditanam untuk mengetahui jenis mana yang tumbuh paling baik di lingkungan air asin. Sawah tersebut memanfaatkan air yang berasal dari laut.

Melalui uji coba tersebut, para ilmuwan memperkirakan bahwa mereka dapat memproduksi 4,5 ton beras per hektare. Namun, apa yang mereka dapatkan justru dua kali lebih banyak, yakni 9,3 ton beras per hektare.

“Hasil uji coba melampaui ekspektasi kami,” ujar seorang profesor agrikulur di Yangzhou University yang terlibat dalam proyek tersebut, Liu Shiping, kepada Xinhua.

Di China, terdapat sekitar satu juta kilometer persegi lahan di mana tumbuhan tak dapat tumbuh karena tingginya salinitas — kadar garam. Para peneliti berharap bahwa pengembangan padi jenis baru dapat digunakan di area tersebut dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Jika hanya sepersepuluh area tersebut yang ditanami padi, maka lahan itu dapat memproduksi 50 juta ton beras. Jumlah itu dapat memenuhi kebutuhan 200 juta orang dan mendongrak produksi beras China sebesar 20 persen.

Padi jenis baru itu dikembangkan oleh sebuah tim yang diketuai oleh pria berusia 87 tahun, Yuan Longping. Ia telah menghabiskan puluhan tahun untuk menumbuhkan beras dalam beberapa kondisi berbeda.

Pemerintah China telah meneliti cara menumbuhkan beras di air asin sejak tahun 1970-an.

Beras air asin saat ini telah dijual sekitar 50 yuan atau Rp 102 ribu per kilogramnya — delapan kali lebih mahal dibanding beras biasa.

Meski harganya lebih mahal, enam tol beras telah terjual. Para konsumen pun pun memuji rasa dan tekstur beras tersebut.

Beras tersebut juga dianggap memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk tingginya kadar kalsium.

sumber: Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here