Rapat Koordinasi (Rakor) Verifikasi Dan Validasi Data Serta Sosialisasi Pedoman Pengamatan Dan Pelaporan OPT – DPI

0
205

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan (26/4/2018) membuka Rapat koordinasi (Rakor) verifikasi dan validasi data serta sosialisasi pedoman pengamatan dan pelaporan OPT – DPI di hotel Soll Marina Tangerang Banten. Rakor dihadiri oleh Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura  (BPTPH) seluruh Indonesia, Perwakilan Koordinator POPT, Petugas Pengolah data di BPTPH, perwakilan Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari.

Perlindungan Tanaman merupakan salah satu sistem pendukung kinerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dalam program peningkatan produksi untuk mencapai swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan melalui pengamanan produksi dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI). Keberadaan OPT di lapangan dan kondisi iklim harus selalu dipantau melalui kegiatan pengamatan dan pelaporan secara berjenjang kepada instansi vertikal di atasnya. Hasil pemantauan/pengamatan lapangan selanjutnya dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan serta langkah-langkah operasional di lapangan.

Keberhasilan pengamatan dan pelaporan sangat ditentukan oleh metode pengamatan dan pelaporan yang diadopsi atau dipedomani oleh para pelaksana (petugas lapangan). Petunjuk Teknis Pemantauan dan Pengamatan serta Pelaporan OPT dan DPI yang tersedia saat ini berdasarkan SK Direktur Jenderal Tanaman Pangan Nomor 55/ HK.310/C/8/2015 tanggal 24 Agustus 2015. Seiring perkembangan situasi dan kondisi lapangan diperlukan kebijakan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam pengendalian OPT, sehingga petunjuk teknis ini perlu disesuaikan.

Petunjuk Teknis Pengamatan dan Pelaporan OPT dan DPI Tahun 2018 ini merupakan revisi petunjuk teknis tahun 2015. Petunjuk teknis ini disusun sebagai pedoman bagi petugas perlindungan di Pusat maupun Daerah dalam menerapkan sistem perlindungan tanaman pangan secara terpadu.

Petunjuk Teknis ini hendaknya dilaksanakan dengan baik, sehingga pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan tepat, aman.

Keberhasilan pengamanan produksi dari aspek perlindungan tanaman pangan sangat tergantung kepada kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan agar langkah operasional pengamanan yang diambil tidak terlambat dan sesuai dengan keadaan yang berkembang di lapangan. Pengambilan keputusan tersebut perlu didukung oleh data dan informasi yang cepat, tepat, akurat, dan berkesinambungan. Untuk menghasilkan data dan informasi yang akurat diperlukan metode pengamatan dan pelaporan yang tepat serta aplikatif.

Pengamatan dan pelaporan merupakan komponen penting dan mendasar dalam sistem perlindungan tanaman pangan. Pengamatan bertujuan memperoleh informasi tentang luas dan intensitas serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), perubahan kepadatan populasi, luas pengendalian, luas kerusakan tanaman akibat Dampak Perubahan Iklim (DPI), penanganan DPI, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data dan informasi yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk menyusun langkah operasional pengendalian OPT dan penanggulangan DPI di lapangan.

Pelaporan bertujuan memberikan informasi awal yang diperlukan untuk menyusun rencana operasional perlindungan tanaman pangan, tindakan korektif, penyempurnaan kegiatan pengamatan dan pelaporan serta penyediaan sarana pengendalian OPT. Pelaporan juga sebagai gambaran pelaksanaan kegiatan perlindungan tanaman pangan dan pedoman penyusunan program perlindungan tanaman pangan pada periode berikutnya.

Silahkan Download

BUKU JUKNIS DITLIN TP 2018

kata kunci: Buku Putih, OPT, Pengamatan, hama, penyakit tanaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here