BBPOPT Menghadiri Gelar Teknologi Perlintan di Besur, Lamongan, Jawa Timur

0
34

Gelar Teknologi Perlintan UPT Proteksi Dinas Pertanian TP Prov. Jawa Timur menampilkan Menejemen Tanaman Sehat (MTS) dgn pendekatan ekologis, mengutamatan peran Agens Hayati | Acara digelar di Desa Besur, Kec. Sekaran, Kab. Lamongan | Display Teknologi, Pameran Teknologi Perlintan, dan Seminar | Acara dihadiri Gubernur Jatim diwakili asisten perekonomian dan pembangunan Sekertaris Prov Jatim, Bupati Lamongan, Kadinas Prov. Jatim, Lphp Jateng, Poktan/Gapoktan se- Jatim | Peserta Pameran : LPHP/LAH se-Jatim (Tim Medsos Indok Bbpopt)*

Event yang berlangsung pada Selasa-Rabu (30-31/10) juga diminati petani dari luar Jatim, seperti Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Aceh dan sejumlah petani dari daerah lain.

Dari 1.750 orang yang hadir, sebanyak 500 orang adalah petani yang ingin menimba dan menambah pengetahuan mereka terkait dengan penanggulangan hama terpadu (PHT) yang dikemas dalam pengelolaan manajemen tanaman sehat (MTS). “Selain itu ada juga petugas atau pengamat organisme pengganggu tumbuhan (POPT) yang juga melakukan sosialisasi MTS ke petani dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, saat memberi sambutan dalam gelar teknologi perlindungan tanaman bertema “Manajemen Tanaman Sehat”, di Lamongan, (30/10).

Baca Juga : Ditjen Tanaman Pangan Raih Peringkat dua Keterbukaan Informasi Publik   Tahun 2018

Baca Juga : Giliran Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Mendapat Bantuan Alsitan.

Petani, penyuluh, POPT yang hadir dalam acara ini, lanjut Hadi bisa menambah pengetahuan tentang tata cata perlidungan tanaman yang baik. “Petani setelah mendapatkan tambahan pengetahuan tentang MTS bisa mengaplikasikannya di daerahnya. Bahkan mencontoh keberhasilan MTS di Desa Besur, Lamongan. Sebab model MTS ini merupakan bagian dari pengendalian OPT yang relatif baru,” kata Hadi.

Petani yang hadir bisa mengikuti kegiatan berupa pelatihan kilat tata cara mengaplimasi MTS melalui demplot. Cara memperbanyak agen hayati, seperti memperbanyak trigorama dan sejumlah pelatihan kilat lainnya terkait MTS.

Hadi juga berharap, petani dari daerah lain bisa menyebarkan MTS ini ke petani lainnya. “Dengan mengaplikasi MTS, petani bisa mengembangkan pertanian berkelanjutan, tanpa penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Petani bisa menggunakan agen hayati, pupuk kompos dan refugia untuk penanggulangan OPT,” kata Hadi.

Geltek perlindungan tanaman yang dimotori BPTPH Jawa Timur bersama POPT, PPL, Kepala Cabang Dinas (KCD/mantri tani) dan pemerintah desa Besur sudah mewujudkan MTS di lahan seluas 100 ha. “Jadi, petani yang hadir bisa mihat langsung upaya pengendalian hama terpadu secara nyata,” ujar Hadi.

Dalam kesempatan tersebut Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Jatim, Ali Son’any mengungkapkan MTS adalah strategi petani untuk menerapkan pengendalian hama terpadu. “Karena itu perlu pendekatan agrosistem dan SDM multi strategik. Sehingga perlu melibatkan kelompok tani. Dan di desa ini bisa berhasil karena ada dukungan dari tiga kelompok tani,” kata Ali.

Ali juga mengatakan,MTS yang diterapkan di sini mulai dari olah lahan, peningkatan makro organik, pemanfaatan jerami, tanam, sampai penggunaan pupuk organik. Sedangkan di pinggir sawah dimanfaatkan untuk tanaman refugia. “Setelah MTS dilakukan, terbukti tak ada hama. Padi bisa tumbuh subur dan pertengahan November nanti bisa dipanen dengan produktivitas sekitar 8 -9 ton/ha,” kata Ali (FB Ditjen TP)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here