Pengendalian Wereng Batang Coklat

0
198

Kemampuan berkembang biak wereng batang coklat (WBC) sangat tinggi, bertelur banyak (100 – 600 butir), siklus hidupnya pendek (± 28 hari, yaitu stadium telur ± 8 hari, nimfa ± 18 hari, dewasa pra-bertelur ± 2 hari),masa hidup    dewasa ± 8 hari, mempunyai daya sebar cepat.  Laju perkembang-biakan pada varietas peka dengan lingkungan optimum dalam satu musim tanam dapat    mencapai 2.000 kali. Adanya penanaman varietas rentan/peka dan pola tanam yang tidak teratur, merupakan pemicu perkembangan dan penyebaran       wereng.  Penggunaan insektisida yang tidak bijaksana, tidak memenuhi kaidah 6 tepat (jenis, konsentrasi/volume semprot, dosis, sasaran, cara, dan  waktu aplikasi), menyebabkan wereng dapat  menjadi kebal terhadap insektisida dan         terbunuhnya musuh alami sehingga wereng cepat berkembang. Gunakan hanya insektisida yang terdaftar dan diijinkan untuk padi. Apabila di pesemaian dan atau tanaman muda belum ada wereng tetapi disemprot insektisida maka     semakin berpeluang untuk terserang hama   wereng batang coklat.  Serangga dewasa dan nimfa menetap dan menghisap pelepah daun, di bagian bawah/pangkal tanaman, sehingga populasi awal jarang diketahui oleh petani. Pengaruh faktor iklim mikro yang lembab dan hangat. Tidak hanya musim hujan tetapi musim kemarau yang basah menjadi pendorong perkembangan dan ledakan WBC.

KERUSAKAN TANAMAN OLEH WBC

Apabila populasi tinggi, warna daun dan batang tanaman berubah menjadi kuning, kemudian berwarna coklat jerami, dan akhirnya seluruh tanaman bagaikan disiram air panas kuning-coklat dan mengering (“hopperburn”).

WBC juga dapat menularkan penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa.

  • Kerdil rumput: tanaman menjadi kerdil, beranak banyak, daun menjadi pendek, dan tidak bermalai.
  • Kerdil hampa: tanaman menjadi kerdil, daunnya terpuntir dan pendek, kaku sobek-sobek, terdapat puru, anakan bercabang dan malainya hampa.

KARAKTERISTIK WBC

WBC berukuran kecil, nimfa yang baru      menetas berukuran < 1 mm dan dewasa ± 3 mm. Hidup dan menghisap cairan tanaman di bagian pangkal batang/pelepah tanaman. Apabila populasi tinggi WBC sampai di daun terutama dewasa bersayap panjang.  Nimfa kecil berwarna putih dan semakin tua berubah menjadi kekuning-kuningan, coklat muda akhirnya menjadi coklat/coklat tua.

WBC mampu beradaptasi terhadap           pergantian varietas tahan, dengan            membentuk biotipe ataupun koloni baru yang lebih ganas. WBC dewasa mempunyai dua bentuk sayap, yaitu dewasa sayap panjang (makroptera), dan dewasa sayap pendek (brakhiptera).

Bentuk makroptera merupakan indikator populasi pendatang dan emigrasi, sedangkan  brakhiptera merupakan populasi penetap yang biasanya menghasilkan keturunan yang            menyebabkan kerusakan tanaman.

Populasi WBC dapat meningkat lebih tinggi dengan aplikasi insektisida yang tidak        bijaksana (tidak memenuhi kaidah 6 tepat) karena dapat mengakibatkan resistensi (hama menjadi kebal) dan resurjensi (populasi menjadi berkembang lebih cepat        terutama karena musuh alaminya musnah).

PENGENDALIAN WBC

Pratanam ( persiapan –  persemaian)

Ä Persipan benih unggul bersertifikat yang tahan terhadap koloni WBC setempat.

Ä Eradikasi/sanitasi singgang atau sisa tanaman yang terserang virus kerdil rumput dan kerdil hampa.

Ä Lakukan pengamatan secara rutin terhadap populasi WBC   sejak awal persemaian.

Ä Pemusnahan bibit/persemaian yang terserang berat WBC.

Fase tanaman muda (tanam – anakan maksimum/ < 40 hst)

Ä Menanam varietas yang tahan/toleran terhadap populasi WBC di daerah masing-masing. Hindari menanam varietas rentan/peka.

Ä Tanam sistim legowo dan pemupukan    berimbang.

Ä Tanaman yang terserang WBC berat         dilakukan sanitasi selektif/eradikasi,            demikian juga tanaman yang bergejala virus kerdil   rumput dan kerdil hampa dilakukan sanitasi selektif/eradikasi.

Ä Penggunaan insektisida efektif untuk WBC, yang terdaftar dan diijinkan untuk tanaman padi.  Aplikasi pada saat mencapai ambang pengendalian: populasi ≥ 10 ekor/rumpun pada tanaman berumur < 40 hst.

Fase Primordia – tanaman tua ( 40 hst/primordia – menjelang panen)

Ä Tanaman yang terserang berat dilakukan     sanitasi/eradikasi selektif dan yang puso dieradikasi total.

Ä Penggunaan insektisida apabila populasi ≥ 20 ekor/rumpun pada tanaman berumur ≥ 40 hst.

Ä Kerapkali aplikasi insektisida menjadi tidak  efektif dan tidak efisien karena populasi sudah terlampau tinggi, kesalahan memilih insektisida dan teknik aplikasi.    Untuk itu penggunaan insektisida dan teknik aplikasinya harus memenuhi kaidah 6 tepat ((jenis, konsentrasi / volume semprot, dosis, sasaran, cara, dan  waktu aplikasi).

PELESTARIAN MUSUH ALAMI

Ä Banyak sekali musuh alami yang diketahui   efektif untuk menekan perkembangan populasi WBC antara lain predator jenis laba-laba,     kumbang Coccinelid sp, Ophionea sp, dan Paederus sp, kepik Cyrtorhinus sp, predator yang hidup di air, parasitoid telur seperti Anagrus sp, Oligosita sp, dan Gonatocerus sp, parasitoid nimfa dan dewasa antara lain Elenchus dan Pseudogonatopus sp, serta           cendawan/jamur patogen serangga antara lain Beauveria, Hirsutella, dan Metarhizium.

Ä Jangan menyemprot insektisida jika populasi masih dibawah ambang pengendalian karena akan memusnahkan musuh alami.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here