WASPADAI HAMA BARU Spodoptera frugiperda di Indonesia

1
1847
Workshop Fall Armyworm Spodoptera frugiperda, a Threat to Food Security in Asia Pacific Region (Foto : Ulfah N)

Workshop Fall Armyworm Spodoptera frugiperda, a Threat to Food Security in Asia Pacific Region, dalam rangka Antisipasi Penyebaran Hama S. frugiperda di Indonesia.
Dilaksanakan di IPB Convention Center Bogor dengan pembicara : 1) Dr. Ir. Suwardhi, M.Agr (IPB), 2). Idham Sakti Harahap, M.Si (IPB), 3). Dr. Dewi Sartiami, M.Si (IPB), 4). Prof. Dr Andi Trisyono (UGM), 5). Dr. M Azrai (Balitserealia), 6). Mr Laksmipathi Srigiriradju (PT. Corteva), dan 7). Jajang Mulyana (PT. Corteva)
Dihadiri oleh peserta dari berbagai instansi diantaranya Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Direktorat Pupuk dan Pestisida, Komisi Keamanan Hayati, BBPOPT, Balitserealia, Perguruan Tinggi (IPB, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanudin, Universitas Udayana, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Tanjung Pura), Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, dan Perusahaan Pupuk Pestisida.
Waspadai Penyebaran Spodoptera frugiferda di Indonesia
Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) dikenal sebagai hama yang bersifat polifag yang hingga saat ini keberadaannya di Indonesia masih diperdebatkan. Beberapa info yang didapatkan menunjukkan bahwa serangga hama ini telah menyebabkan kerusakan berat di India dan sudah terdapat di Thailand. Hal ini tentunya menjadi warning bagi Indonesia untuk mewaspadai masuknya hama ini ke Indonesia. Hal ini mengingat potensi kerusakan yang dapat disebabkan oleh hama ini dan juga sifat polifagnya sehingga kerusakan bukan hanya terjadi satu jenis pertanaman namun dapat merusak banyak jenis tanaman.
Ciri penting Spodoptera frugiperda:
1. Terdapat garis mirip huruf Y terbalik pada kepala
2. Terdapat 4 buah bintik yang besar (pinacula) Pada abdomen segmen 8 (A8)
3. Memiliki 3 garis pada bagian atas tubuh, yaitu sebuah pada dorsal dan pada masing – masing sub dorsal
4. Memiliki garis tebal seperti pita pada lateral tubuh
Antisipasi pencegahan
Dalam upaya antisipasi penyebaran hama ini di Indonesia, sebaiknya dilakukan peningkatan pemahaman tentang ciri morfologi, bioekologi dan strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk pencegahan masuknya hama ini ke Indonesia. Tindakan pengendalian yang baik harus didasarkan pada sifat atau perilaku hama agar pengendalian yang dilakukan tepat sasaran dan efektif.
Catatan : Untuk petugas POPT/petani apabila menemukan spesies ini hubungi Balai Besar Peramalan OPT, Jatisari – Karawang. Waspadaii!!!
Pengirim Berita : Lilik Retnowati, Ulfah Nuzulullia, Foto-foto: Dewi Sartiami/IPB. (USR)***

Ciri-ciri S. frugiperda (Foto : Dewi Sartiami/IPB)

 

 

1 COMMENT

Leave a Reply to admin Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here