Atasi Burung Pemakan Biji Padi

0
49
Burung Emprit/pipit terperangkap jaring plastik (Foto : Yayan Kurniadi BBPOPT)

Jatisari – Karawang (1/03) – Burung Emprit/Pipit sering ditemui di lingkungan pedesaan dan persawahan, terutama di dekat persawahan atau tegalan.  Makanan utama burung ini adalah aneka biji rumput-rumputan termasuk padi.  Oleh sebab itu Emprit/Pipit kerap mengunjungi sawah, padang rumput, lapangan terbuka bervegetasi dan kebun.  Hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil, Emprit sering teramati bergerombol memakan bulir biji-bijian di semak rerumputan atau bahkan turun ke atas tanah.  Kelompok ini umumnya lincah dan bergerak bersama-sama, sambil terus berbunyi saling memanggil.

Burung ini tidak segan untuk bercampur dengan jenis bondol lainnya, seperti dengan bondol jawa (Lonchura leucogastroides) atau yang lain.  Kelompok bondol ini pada awalnya mungkin hanya terdiri dari beberapa ekor saja,  akan tetapi di musim panen padi dapat membesar hingga mencapai ratusan ekor.  Terlihat mencolok di sore hari pada saat terbang dan hinggap bersama-sama di pohon-pohon tempat sarangnya.  Kelompok yang besar semacam ini dapat menimbulkan kerugian yang besar kepada para petani.

Gejala Serangan          

Keberadaan burung di lapangan dapat dideteksi dengan memantau kehadiran burung di pertanaman, burung pemakan padi sering berkeliaran di sekitar tanaman padi.

Gejala serangan yang ditimbulkannya : burung memakan biji-biji padi, hingga dalam waktu yang singkat biji padi akan habis atau serangan mengakibatkan biji hampa, dan biji banyak yang hilang.

Selain itu, tangkai buah padi mengalami kerusakan, tangkai patah, dan sisa biji berjatuhan.  Sepintas pertanaman padi yang terkena serangan hama burung hanya menyisakan batang-batang tanaman padi yang mengering.

Perilaku burung pemakan padi

Burung secara berkelompok atau berbondong-bondong mendatangi areal pertanaman padi yang hampir panen atau tanaman padi sistem tabela.  Burung biasanya datang dan menyerang pada jam 06.00 – 10.00 (pagi) dan jam 14.00 – 18.00 (sore).

Fase kritis

Burung menyerang tanaman padi pada fase matang susu sampai pemasakan biji (sebelum panen).

Bioekologi

Burung merupakan musuh bagi petani, karena mereka menyerang padi pada saat menjelang panen dan mengakibatkan berkurangnya produksi padi.  Yang termasuk burung pengganggu tanaman padi adalah : Burung gereja (Passer mantanus malaccensis), Manyar (Ploceus manyar), Gelatik (Padda oryzivora), Emprit/Pipit (Lonchura leucogas triodes), Peking (Lonchura pinctulata), Bondol Hitam (Lonchura ferruginosa), dan Bondol Putih (Lonchura maja).  Burung secara berkelompok atau berbondong-bondong mendatangi areal pertanaman padi yang hampir panen.  Kemudian mereka makan biji-biji padi, hingga dalam waktu singkat biji padi akan habis.  Mereka berpindah-pindah ke tempat yang sekiranya masih bisa diperoleh biji padi.

Rekomendasi Pengendalian

Apabila telah terlihat keberadaan burung di areal pertanaman sebaiknya dilakukan :

  1. Pengusiran burung mulai dari jam 06.00 – 10.00 (pagi) dan jam 14.00 – 18.00 (sore), karena waktu-waktu tersebut merupakan waktu yang kritis bagi tanaman diserang burung.
  2. Gunakan jaring untuk mengisolasi sawah dari serangan burung, luas sawah yang diisolasi kurang dari 0,25 hektar.
  3. Benih yang sudah disebar di sawah ditutup dengan tanah tipis-tipis.
  4. Benih yang digunakan harus lebih banyak.
  5. Gunakan orang-orangan (bebegig sawah) atau tali yang diberi plastik untuk menakut-nakuti burung.
  6. Mempekerjakan penjaga burung.
  7. Diupayakan jangan memanen di luar musim agar tidak dijadikan sebagai satu-satunya sumber makan pada saat itu.
  8. Kendalikan habitat/sarang burung.

Selamat Mengendalikan!(USR)***

Daftar Pustaka : Pedoman Deteksi Dini Serangan OPT (Hama Tanaman Padi) – Ditlin 2008.

Jaring perangkap ini mampu menekan serangan burung (Foto : Yayan Kurniadi BBPOPT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here