MARI !!!! Kita intip Kebijakan Perlindungan Tanaman Pangan TA 2019 di Workshop P3OPT BBPOPT April 2019

0
46

PERMASALAHAN DLM PENANGANAN OPT DAN DPI

1. Perubahan iklim yang bersifat ekstrim
2. Luas kerusakan tanaman pangan akibat serangan OPT dan DPI.
3. Pemanfaatan sarana Automatic Weather System (AWS) dan Observatorium (OBS)  sebagai early warning system serangan OPT dan DPI belum maksimal. Data AWS dan    OBS yang belum tersedia untuk early warning system untuk pengamanan tanaman terhadap serangan OPT dan DPI.
4. Jumlah Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) sangat kurang demikian juga kemampuannya dalam hal kepemanduan dan menggerakkan masyarakat.
5. Sarana kerja petugas POPT-PHP belum memadai.
6. Penggunaan pestisida tidak bijaksana.
7. Kelembagaan perlindungan tanaman belum optimal.
*) Strategi penanganan OPT dan DPI harus mampu mengatasi permasalahan / diantisipasi, agar dampaknya diminimalkan dan upaya perlindungan tanaman dapat lebih dioptimalkan.

STRATEGI PENANGANAN OPT DAN DPI

  • Sasaran yang ingin dicapai adalah mengamankan areal tanaman pangan dari gangguan OPT dan terkena DPI (banjir dan kekeringan) dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
  • Upaya pengamanan produksi dari serangan OPT dilaksanakan dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), sedangkan penanganan DPI diupayakan melalui antisipasi dan mitigasi terhadap terjadinya banjir, kekeringan dan bencana alam lainnya.
  • Kebijakan dalam pengendalian OPT adalah pelaksanaan prinsip-prinsip PHT yang mengedepankan tindakan pre-emtif. Prinsip-prinsip PHT meliputi: penerapan budidaya tanaman sehat, pengamatan rutin, pemanfaatan musuh alami dan mendorong petani sebagai ahli PHT.
  • Jika terjadi peningkatan populasi yang tidak dapat diatasi dgn cara pre-emtif maka dilakukan pengamanan dgn cara responsif (SPOT-STOP) menggunakan bahan pengendali kimia secara 6 (enam) tepat yaitu: tepat sasaran, jenis, dosis, cara, waktu dan mutu.

PROGRAM DAN SASARAN PRODUKSI TAHUN 2019

TARGET DAN STRATEGI

  • Target : 95% Pertanaman Tanaman Pangan aman dari serangan OPT dan DPI (maksimal serangan OPT : 3%; terkena DPI : 2%, )
  • Strategi : Pengawalan yang lebih intensif dan bersinergi antara POPT, PPL, dan KCD
    Mengoptimalkan peran petani pengamat Memperluas gerakan pengendalian OPT
    Sosialisasi Budidaya Tanaman Sehat Penyediaan Sarana Pengendalian

SISTEM PERLINDUNGAN

  • Metode pengamanan : Sistem PHT
  • Tanggung jawab : masyarakat dan pemerintah
  • Pelaksanaan : tindakan pre-emtif dan responsif.
  • Tindakan pre-emtif dengan melakukan upaya-upaya pengendalian OPT berdasarkan pengalaman musim yang lalu agar spot serangan OPT pada musim tanam berikutnya tidak terjadi.
  • Tindakan responsif dengan melakukan pengamatan OPT pada musim yang sedang berjalan.
  • Apabila sudah terjadi gejala serangan berdasarkan pengamatan periodik, maka segera dikendalikan.

PENGENDALIAN

  • Serangan di bawah ambang : menggunakan agens pengendali hayati (APH).
    Serangan melebihi ambang : menggunakan pestisida kimiawi secara bijaksana, terdaftar dan diijinkan oleh Menteri Pertanian dengan memperhatikan kaidah 6 tepat yaitu :

Tepat sasaran OPT,
Tepat jenis bahan pengendali,
Tepat dosis/konsentrasi,
Tepat cara aplikasi,
Tepat waktu
Tepat mutu.

PENANGANAN WBC

  • Pemantauan intensif terhadap lokasi yang telah dikendalikan untuk mengevaluasi hasil pengendalian.
  • Apabila hasil pemantauan populasi masih tinggi (point 1) segera lakukan pengendalian lanjutan.
  • Pemantauan disekitar lokasi serangan (daerah waspada).
  • Pengamatan WBC meliputi : populasi per rumpun, stadia dominan dan populasi musuh alami.
  • Eradikasi terhadap tanaman puso, tanaman terinfeksi virus, dan singgang yang menjadi sumber inoculum.
  • Lakukan Gerdal di Lokasi dengan serangan melebihi ambang.
  • Mobilisasi pestisida ke daerah serangan atau potensi serangan sampai tingkat kecamatan.
  • Tingkatkan Pengembangan dan pemanfaatan agens pengendalian hayati (APH).
    Penanaman refugia secara masif dan terus menerus.

Pengamanan Responsif (SPOT-STOP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here