Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Banyuwangi Agro Expo pada 25 April hingga 1 Mei 2019 mendatang

0
81

Agro Expo akan menampilkan kekayaan pertanian lokal dan menjadi atraksi menarik karena memadukan pengembangan inovasi pertanian modern dan edukasi menjadi destinasi wisata bagi masyarakat.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, Agro Expo 2019 akan memberikan suasana berbeda karena digelar di lokasi baru seluas 10,6 hektar yang berada di kawasan lereng Gunung Ijen, Kecamatan Licin.

Sebelumnya, Agro expo tersebut digelar di areal persawahan di tengah kota.

“Kami ingin kegiatan agro expo ini bisa berkelanjutan menjadi destinasi pariwisata baru daerah. Makanya kami pindah agak ke atas di sekitar Lereng Ijen yang lokasinya lebih memadai,” kata Abdullah Azwar Anas, Jumat (19/4/2019).

“Lokasi baru ini cukup luas dan menawarkan pemandangan yang indah khas pegunungan. Bahkan kota Banyuwangi dan selat Bali juga terlihat, sangat pas untuk berwisata,” sambung dua.

Lihat Juga : Sumber energi baru terbarukan untuk energi masa depan Indonesia B100EnergiIndonesia

Selain menawarkan lokasi baru yang menawan, Agro Expo yang mengangkat tema creative agriculture ini, juga dipastikan tampil dengan lebih menarik.

Beragam aneka tanaman pertanian unggulan daerah mulai hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, hingga peternakan dan semua produk olahannya, di tampilkan di ajang ini.

Aneka tanaman dan buah eksotis asal Banyuwangi juga turut dipamerkan dalam expo tersebut, mulai dari padi hitam, durian merah, nangka merah dan semangka merah dan kuning non biji.

Tak lupa, ada hamparan bunga-bunga cantik warna warni yang menjadi spot selfie Instagrammable.

Selain menjadi ruang pamer pertanian, Agro Expo juga ditujukan kepada khalayak tentang beragam teknik tanam moderen yang bisa diadopsi masyarakat.

“Semua tanaman di lahan agro expo ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar bahkan berbuah sejak tiga bulan terakhir,” ucap Abdullah Azwar Anas.

“Di sini, kami ingin menunjukkan bahwa dengan cara tanam dengan teknik yang tepat, berkebun dan bercocok tanam itu bisa bisa dilakukan siapapun dan kapan pun. Ayo, jangan ragu-ragu berkebun dengan mengoptimalkan lahan yang ada,” tambah dia.

Di pameran tersebut, semua proses penanaman bisa dipelajari pengunjung secara langsung dan bisa berkonsultasi ke tim yang sudah disiapkan.

“Misalnya mau bikin kebun di pekarangan rumahnya, bisa langsung konsultasi. Mau ternak lele, tanam padi, kembangkan jeruk atau buah naga, bisa langsung tanya. Termasuk kalau mau memeriksakan hewan peliharaan, kita siapkan dokter hewan,” kata Anas.

“Sekaligus ini mengajak publik agar tidak ragu bisnis pertanian. Karena bidang ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan menguntungkan secara ekonomis, tidak kalah dari kerja kantoran,” papar Anas (sumber : tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here