Mentan: UPT harus Jadi Agen Perubahan dan Teladan Masyarakat

0
100

Jika sebanyak 160 UPT yang berada di lingkup Kementerian Pertanian bergerak, maka pembangunan pertanian akan makin baik

Jakarta— Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta seluruh unit pelayanan teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian menjadi agen perubahan dan teladan, khususnya untuk masyakarat sekitar. Demikian salah satu pesan Menteri Pertanian saat Rapat Koordinasi UPT Lingkup Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (27/5).

“Kalian harus jadi agen perubahan dan teladan. Di setiap UPT harus ramai dikunjungi orang sekitarnya dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Bukan sebaliknya,” katanya.

Amran mencontohkan salah satu UPT yang dikunjungi di Kalimantan Selatan. Di lokasi tersebut kondisi lahan untuk uji coba pertanaman jagung dengan pola tanam zig zag yang tidak terawat dengan baik. Padahal pola tanam tersebut akan dijadikan contoh untuk petani sekitranya, karena bisa menghasilkan 20 ton/ha, jauh lebih tinggi dari pola tanam biasa yang hanya 7 ton/ha.

“Saat kami kunjungi lahan berantakan. Kami minta pada pertemuan ini UPT agar mengupayakan lahan yang ada dibangun. Semua dioptimalkan dan menjadi lahan produktif. Jadikan kalian sebagai teladan masyarakat sekitar,” pinta Amran.

Menurut Amran, saat ini sudah banyak hasil inovasi dan teknologi pertanian. Misalnya, sapi Belgian Blue yang memiliki bobot hingga 2 ton/ekor, ayam KUB dan jagung tongkol 2. Hasil inovasi tersebut agar bisa diterapkan di seluruh UPT.

“UPT itu agar jadi tempat edukasi masyarakat sekitar. Setelah pulang dari sini, seluruh lahan yang ada harus kalian bangun. Apa susahnyam, sudah ada alat mekanisasi, bahkan kalau bisa full mekanisasi. Kalau bisa dalam satu paket lengkap,” tuturnya.

Untuk UPT yang berada di bawah Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Amran meminta yang dipelihara ada sapi Belgian Blue sebanyak 5 ekor.

“Saya tidak mau lihat lagi sapi yang kecil-kecil. Nanti masyarakat yang lihat dan mau beternak berikan spermanya. Ini kan bentuk edukasi masyarakat sekeliling. Bahkan pimpinan UPT harus mengundang pemerintah daerah untuk mengenalkan inovasi pertanian,” katanya.

Sedangkan bagi UPT yang di sekitarnya terdapat lahan rawa, Amran juga meminta, ada lahan pertanaman padi rawa sekaligus pengembangan usaha mina padi. Untuk tiap Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Amran berharap tidak boleh di lahannya menunjukkan tanaman yang lebih jelek atau sama dengan sekitar.

“Produktivitas tanaman harus lebih tinggi dari yang ditanam petani. UPT harus perlihatkan teknologi terbaru. Tanam panen, pemupukan dan pengendalian hama dengan teknologi terkini,” katanya.

Amran mengatakan, jika sebanyak 160 UPT yang berada di lingkup Kementerian Pertanian bergerak, maka pembangunan pertanian akan makin baik. “Apa yang terjadi kalau kalian bergerak semua? Sekarang ini berjalan sendiri. Kami minta setelah pulang dari sini jangan biarkan lahan tidur. Jangan biarkan sinar matahari sia-sia. Kalian harus jadi teladan. Anda harus menjadi contoh, orang yang datang akan senang. Bisa ya?” tantang Amran.

Pada kesempatan itu Amran juga meminta, pimpinan UPT bisa merefocusing anggaran dan jangan bermain-main, serta tidak berpikir struktural. Sebab, keberhasilan pembangunan pertanian juga sangat tergantung pimpinan UPT di daerah.

“Tahun ini penilaian reformasi birokrasi bukan di Pokja Pusat, tapi UPT eselon 1. Kalau ada UPT yang dikunjungi Kementerian PAN RB dan dinilai buruk, maka kita sulit untuk mencapai nilai 90,” tambahnya.

Namun demikian Amran mengakui, keberhasilan pembangunan pertanian merupakan hasil kerja keras semua. Dari sisi kestabilan harga pangan, dalam tiga tahun terakhir relatif stabil. Volume dan nilai ekspor pertanian terus naik, pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian yang ditargetkan 3,5 persen, malah tercapai 3,7 persen.

Selain itu menurut Amran, meski anggaran turun, tapi produksi pertanian juga naik. Investasi juga naik, karena kita menggunakan satu pintu dalam perizinan. NTP dan NTUP naik. Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) berhasil dicapai sejak dua tahun lalu. Bahkan Kementerian Pertanian mendapatkan pengharagaan dari KPK sebagai intansi dengan anti gratifikasi terbaik. “Itu semua hasil kerja nyata kita,” tegas Amran. “sumber : tabloidsinartani.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here