Petani Kewalahan Hadapi Serangan Si Monyong

0
21

UBANG, (PR).- Puluhan hektare tanaman padi milik petani di wilayah pesisir pantai utara (Pantura) bagian barat banyak yang rusak akibat diserang hama tikus alis si monyong. Bahkan bila dibiarkan akan mengakibatkan kerugian dan gagal panen.

Salah satu wilayah yang terpantau di kecamatan Pabuaran sehingga tidak sedikit pemilik bersama-sama dengan kelompok taninya ditambah Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan pemburuan hama tersebut dengan geropyokan.

Mereka menyebar ke sejumlah titik tanggul pesawahan dan kali yang biasanya dijadikan tempat persembunyian hama tikus. Satu persatu lubang diperiksa digali dengan seadanya termasuk cangkul, parang dan kayu pemukul. Hasilnya ratusan tikus berhasil ditangkap dan dibunuh.

Ketua Kelompok Tani Pajar Al-Kahfi, Sigit yang ditemui Jumat 28 Juni 2019 membenarkan kalau kondisi pesawahan di wilayah Pabuaran, khususnya dan kecamatan sekitar sudah banyak diserang hama tikus terutama tanaman padi yang berumur satu bulan lebih. “Kita tidak ingin kerugian terus menerus karena bila rusak harus ditanam ulang, apalagi musim sebelumnya sempat diserang hama wereng,“ katanya kepada wartawan Galamedia, Dally Kardilan.

Selain di Desa Pringkasap, Desa Karanghegar, Desa Pabuaran dan sekitarnya juga di wilayah kecamatan lain di Pantura bagian Barat puluhan hektar tanaman padi digerogoti tikus. Hal ini diungkapkan Tokoh Petani Pabuaran yang juga Wakil Ketua DPRD Subang, H. Bangbang Irmayana, serangan hama tikus seringkali merugikan petani. Agak sulit juga dalam menanggulanginya dan aparat terkait harus intens membantu.

Sebab, hampir setiap tahun selalu muncul, apalagi sekarang baru juga ditanaman padi berumur 1 bulan sudah terserang tikus. “Kami sudah kewalahan menanggulangi serangan hama ini. Satu-satunya cara adalah menggunakan alat emposan oleh masing-masing petani ditambah geropyokan secara manual,” ujarnya sambil berharap laporan terinci dari Dinas Pertanian ke DPRD jarang disampaikan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Subang, H. Djaja Rohadamadja mengakui kalau hama tikus merupakan hama paling berbahaya ke dua setelah hama wereng. Pihaknya tetap berupaya membantu para petani dengan memberikan bantuan belerang untuk bahan emposan, termasuk menggiatkan kelompok tani untuk geropyokan.*** sumber pikiran rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here