Inilah Enam Tips Memutus Hama Padi dari Petugas POPT

0
31

Bekasi — Hama menjadi ‘tamu’ tak diundang  yang selalu mendatangi  areal tanaman padi petani. Hama wereng, salah satu hama utama yang paling ditakuti petani karena dapat menyebabkan tanaman puso.

 Ketika terserang, biasanya petani menyemprotkan pestisida. Sayangnya pestisida yang digunakan kadang sangat berlebihan, sehingga menyebakan hama tersebut menjadi resisten.

Petugas POPT Kecamatan Tambelang, Bekasi, Jawa Barat, Ayi Mahmudi menceritakan di daerahnya, serangan wereng batang cokelat sudah terjadi sejak tahun 2005 dan serangan yang paling parah terjadi di tahun 2017. Serangan wereng paling parah terjadi  pada tahun 2005, 2010 dan 2017.

Dengan kejadian ini, akhirnya petani di Tambelang berupaya mencari cara bukan hanya membasmi hama saja, melainkan bagaimana cara memutus siklus hidup wereng batang cokelat agar tidak terjadi serangan yang makin parah.

Menurut Ayi, ada beberapa cara bercocok tanam untuk memutus siklus hidup hama wereng batang cokelat. Pertama, mengolah tanah dengan sempurna. Jadi pengolahan ini tidak hanya sebatas membalikan tanah dan memberi pupuk, melainkan dilakukan harus serentak, baru setelah itu buat persemaian.

“Tetapi yang benar-benar dilakukan adalah menjaga santiasi, yakni lahan harus bersih dari sampah dan rerumputan yang biasanya menjadi tanaman inang untuk wereng,” ungkapnya.

Kedua, pola tanam. Pola tanam yang direkomendasikan adalah jajar legowo. Mengapa? Menurut Ayi, karena kalau menggunakan ubinan, ada beberapa tanaman yang tidak terkena sinar matahari dan biasanya tanaman tersebut yang pertama kali diserang wereng. Dengan menerapkan pola jajar legowo, seluruh tanaman terkena sinar matahari.

Ketiga, Ayi menyarankan gunakan varietas unggul dan toleran terhadap hama wereng. Selain itu, benih yang digunakan pun merupakan benih yang sehat, yakni berasal dari tanaman yang tidak terserang hama dan penyakit.

“Jadi ketika akan melakukan persemaian, benih yang digunakan haruslah benih yang unggul, toleran terhadap wereng dan sehat. Sebelum disemai, benih direndam dahulu dengan larutan fungisida,” tuturnya.

Keempat, lanjut Ayi, gunakan pupuk secara berimbang. Pupuk berimbang yang dimaksud adalah menggunakan pupuk yang dosisnya tidak berlebihan (sesuai). Apalagi biasanya petani menggunakan Pupuk N berlebihan karena katanya membuat padi cepat berwarna hijau. “Ini juga diperhatikan. Jadi sebaiknya menggunakan pupuk anorganik dan organik secara berimbang,” ujarnya.

Kelima, menjaga sanitasi. Wereng ini tidak hanya hidup di tanaman padi, melainkan rerumputan pun dapat hidup, bahkan dijadikan sebagai tanaman inang. Jadi harus diperhatikan apakah tanaman yang ada di areal persawahan adalah tanaman yang menguntungkan (refugia) atau malah membuat wereng semakin banyak.

Keenam, menggunakan pestisida secara bijak. Serangan hama dan penyakit biasanya bukan hanya dari benih yang tidak sehat atau cara budidayanya tidak benar, penggunaan pestisida di ambang batas pun menjadi penyebab utama terjadinya serangan.

“Dengan menggunakan pestisida secara berlebihan akan menyebabkan hama menjadi resisten. Yang paling baik sebenarnya menggunakan pestisida nabati karena tidak akan menimbulkan resistensi,” katanya (sumber :sinartani.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here