Prakiraan OPT MT Oktober-Maret, Tikus Dan Wereng Perlu di Waspadai

0
42

SAAT INI PIHAK Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) telah memperkirakan serangan tikus dan wereng bakal merajai gangguan terhadap tanaman padi pada musim tanam (MT) Oktober-Maret (MT Okt-Mar) mendatang. Pada MT 2018/2019 luas total serangan tikus mencapai 37.590 hektare (ha) dan diperkirakan akan mencapai 45.221 ha pada MT 2019. Hama wereng pada MT 2018/2019 menyerang seluas 21.836 ha dan pada MT 2019 serangannya diperkirakan mencapai seluas 35.977 ha.

        Keterangan di atas disampaikan oleh Kepala BBPOPT, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Dr Ir Enie Tauruslina di Karawang Jawa Barat, baru-baru ini.

            Enie Tauruslina menyebutkan bahwa musuh utama tanaman padi yang sering merusak dan merugikan ada enam, yaitu tungro, blas, penggerek batang, hawar daun serta tikus dan wereng batang cokelat. Pada musim tanam mendatang yang diperkirakan paling ganas dan harus diwaspadai dari awal pertanaman adalah tikus dan wereng cokelat itu.

            “Harus diwaspadai hama tikus dan wereng batang cokelat. Para petani tidak boleh lengah terhadap organisme pengganggu tersebut walaupun harus tetap memperhatikan empat pengganggu yang lain yang juga sangat merugikan,” demikian Enie sembari menambahkan bahwa dari enam hama tersebut tiga di antaranya adalah hama dan tiga lagi penyakit.

           Ia menambahkan bahwa kejadian serangan tikus pada MT 2018/2019 totalnya mencapai 37.590 ha dan perkiraan serangan pada MT 2019 meningkat menjadi 45.221 ha. Serangan tertinggi adalah di Provinsi Jawa Barat seluas 5.660 ha pada MT 2018/2019 yang diperkirakan sedikit berukurang menjadi 5.545 ha. Selanjutnya pada MT 2018/2019 di Provinsi Jawa Tengah seluas 5.725 ha yang diperkirakan berkurang sedikit serangannya menjadi 5.716 ha. Kemudian pada MT 2018/2019 kejadian serangan di Sulawesi Utara mencapai 3.942 ha dan diperkirakan melonjak menjadi 5.294 ha pada MT 2019 mendatang.

            Untuk serangan wereng cokelat pada kejadian MT 2018/2019 totalnya mencapai 21.836 ha yang diperkirakan melonjak pada MT 2019 mendatang menjadi 35.977 ha. Dari luasan tersebut yang terbesar ada di Provinsi Jawa Barat, yaitu 6.532 ha kejadian serangan pada MT 2018/2019 dan diperkirakan melonjak pada MT 2019 mendatang menjadi seluas 6.616 ha. Kemudian menyusul Provinsi Jawa Tengah dengan kejadian serangan pada MT 2018/2019 seluas 3.352 ha dan diperkirakan melonjak menjadi seluas 6.844 ha.

        Khusus serangan penggerek padi total kejadian serangan pada MT 2018/2019 mencapai 48.073 ha dan perkiraan serangan pada MT 2019 ini meningkat menjadi 54.144 ha. Dari angka luasan tersebut yang terbesar ada di Provinsi Jawa Barat diperkirakan seluas 6.160 ha pada MT 2019 mendatang yang kejadian serangan sebelumnya seluas 6.126 ha. Menyusul kemudian di Provinsi Jawa Tengah diperkirakan melonjak menjadi seluas 8.456 ha pada MT 2019 yang sebelumnya seluas 7.139 ha pada MT 2018/2019 dan di Provinsi Sulawesi Selatan diperkirakan menjadi seluas 5.313 ha pada MT 2019 yang pada kejadian serangan sebelumnya hanya seluas 3.816 ha.

       “Serangan tungro, blas dan hawar daun juga diperkirakan meningkat pada MT 2019 mendatang. Ini menunjukkan kecondongan perlu perhatian serius atau bersungguh-sungguh untuk mengeliminasi kerugian,” demikian Enie Tauruslina sembari menambahkan bahwa terkait serangan organisme pengganggu tumbuhan tersebut pihak BBPOPT menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para pengendali hama dari seluruh Indonesia yang berlangsung dari tanggal 26-28 Agustus 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here