Terapkan Budidaya Tanaman Sehat, Petani Karawang Panen Padi Memuaskan

0
40

Karawang,- Petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat panen padi dengan hasil yang memuaskan karena menerapkan sistem budidaha tanaman sehat. Kartali bersama anggotanya yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) Marga Asih I Desa Mekarjaya, Karawang mengaku mendapatkan panen yang cukup memuaskan sekitar 10 ton per hektar.

“Hal ini berkat keberhasilan penerapan budidaya tanaman sehat. Sebelumnya hanya mampu berproduksi padi rata-rata 5 ton per hektar bahkan kurang dari dari 5 ton per hektar,” kata Kartali, Selasa (26/11/2019).

Ia menyebutkan hama yang sering menyerang hamparan sawah (tanaman padi) petani biasanya adalah Wereng Batang Coklat (WBC), penggerek Batang dan tikus. Sebelum memahami pengendalian yang tepat hama, Kartali dan petani lainnya selalu melakukan pengendalian tetapi hasilnya belum maksimal.

“Dalam pengendalian organisme pengganggu tanamam (OPT, red) yang sebelumnya dilakukan masih keliru. Pengendalian tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu, tidak tepat dosis dan tidak tepat cara,” sebutnya.

“Alhamdulillah setelah mengikuti kegiatan sosialisasi, musim kemarin penggunaan pestisida kimia berkurang dan OPT dapat dikendalikan,” ujar Kartali.

Dalam pengendalian OPT, Kartali bersama petani lainnya saat ini lebih banyak menggunakan agens hayati dan pestisida nabati. Alhasil, penggunaan pestisida kimia berkurang.

“Kita juga jadi mengenal musuh alami yang harus kita jaga. Kalau dulu kan selalu kita kendalikan juga,” jelasnya.

Selain WBC, serangan Tikus pun dapat dikendalikan. Kartali bersama kelompoknya rutin melakukan gropyokan dan memasang Linear Trap Barier Sistem (LTBS). Kegiatan tersebut terlaksana berkat bimbingan Petugas dari Dinas dan Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan (BBPOPT) .

Perangkap Tikus (bubu) di pasang pada LTBS

Yadi, salah satu Petugas OPT Balai Besar POPT menjelaskan keberhasilan progam ini bukti pemerintah sangat serius mengarap konsep Budidaya Tanaman Sehat. Pemerintah melalui Balai Besar POPT siap memberikan dukungan dan bimbingan teknis kepada petani.

“Kami selalu siap untuk memberikan bimbingan dalam bidang perlindungan tanaman bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan, karna sesuai dengan amanat Menteri Pertanian bahwa negara harus hadir di tengah-tengah petani melalui pelayanan yang optimal,” terangnya.

Harapan pemerintah dengan suksesnya konsep budidaya tanaman ini dapat mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh hama dan penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahaya.

“Sehingga dapat meningkatkan produksi padi nasional dan meningkatkan pendapatan para petani,” tutur Yadi (Sumber : Fb Ditjen TP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here