Kegiatan Utama Kementan di Indramayu

0
116

Indramayu 10 Maret 2020, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Dr. Ir. Enie Tauruslina Amarullah, M.P. dalam kunjungan kerjanya menyampaikan Indramayu sebagai salah satu lumbung beras di Jawa Barat dan merupakan show window KOSTRATANI, Enie menambahkan ada 3 prioritas kegiatan kementerian pertanian yang harus disukseskan, pertama adalah Satu Data pertanian, dimana data di kementan sinergi dan tersinkronisasi di semua kementerian dan lembaga, poin kedua adalah produktivitas dan provitas, dan poin ke 3 adalah Gratieks yaitu singkatan dari Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pertanian Indramayu, Ir. H Takmid, M.M. menyatakan bahwa untuk suksesnya Kostratani dan program kementan semua pihak harus bersinergi bukan hanya antar lembaga di kementan tetapi juga lintas sektoral seperti Kemendagri, KemenPUPR, KemenKOPUMKM, KemendesPDT, BUMN dan K/L lainnya

Menurut Takmid pihaknya siap menjadi pelopor KOSTRATANI, saat ini ada di Indramayu ada 5 BPP KOSTRATANI dari 31 BPP yang ada di Indramayu, dia berharap 5 BPP KOSTRATANI dengan fasilitas lengkap harus bisa memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik, seperti Drone, dengan alat ini kita bisa mengambil data dan citra wilayah dengan mudah serta lebih akurat, deikian pula dengan peralatan lainnya, harus digunakan sesuai peruntukannya, disamping itu bila ada BPP terdekat memerlukan alat bisa dipinjamkan dengan catatan harus bisa menjaga dan merawatnya, dan yang terpenting harus mengembalikan tepat pada waktunya. BPP yang sudah berlabel Kostratani harus menjadi pionir dan menjadi contoh bagi BPP lain, ujar Takmid 

Ditempat yang sama Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan, H. Ir. Joko Pramono memaparkan bahwa usaha ternak di Indramayu sangat potensial untuk dikembangkan, ia berharap usaha ternak ini bukan menjadi penghasilan sampingan tetapi menjadi penghasilan utama, apalagi dengan adanya program Siwab (sapi indukan wajib bunting) diharapkan bisa lebih signifikan, menurutnya prospek usaha ternak ini sangat menjanjikan dan terbuka lebar, sebab sampai saat ini Indramayu masih kekurangan stok daging sapi, apalagi didukung dengan potensi pakan yang melimpah, dari mulai jerami, dedak, sampai ampas tahu. Adapun sasaran populasi ternak sapi di Indramayu tahun 2020 adalah sebanyak 12,872 ekor, dan target produksi dagingnya adalah 276,520 ton

Hadir pula dalam acara tersebut Hj.Rosidah selaku Kepala Bidang Koperasi dan UMKM, Rosidah menekankan tentang pentingnya penerbitan surat izin usaha kecil atau mikro, yang akan menjadi dasar pemberian Kredit Usaha Rakyat, dimana penyalur KUR berkoordinasi dengan pihak Bank, hingga saat ini pihaknya sudah menerbitkan 29.000 izin usaha kecil di 31 kecamatan, disampaikan pula untuk mempermudah pelayanan pembuatan surat izin sekarang sudah dibuat aplikasi berbasis android yang terhubung secara online.

SHARE
Previous articlePENGUMUMAN LELANG
Next articleHimbauan Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here